Print Friendly and PDF


Pemarafan, penandatanganan dan ratifikasi dari VPA

Perjanjian Kemitraan Sukarela (VPA) berlaku sebagai perjanjian yang mengikat secara hukum setelah legislatif dari kedua belah pihak telah meratifikasinya sesuai dengan prosedur normal untuk meratifikasi perjanjian internasional. Proses ini dapat memakan waktu beberapa bulan atau bahkan bisa lebih dari satu tahun dan melibatkan tiga tahap utama - pemarafan, penandatanganan dan ratifikasi.

  1. Pemarafan. Pemarafan dari VPA oleh EC dan pemerintah mitra menandai akhir dari negosiasi meskipun belum ada tanda tangan formal. Di bawah hukum internasional, pemarafan menegaskan bahwa kedua belah pihak setuju bahwa kata-kata yang terdapat dalam dokumen yang diparaf adalah kata-kata mereka setujui. Pemarafan belum menyiratkan persetujuan untuk meratifikasi ditingkat selanjutnya.
  2. Penandatanganan. Pada periode antara pemarafan oleh para pihak dan penandatanganan VPA, masing-masing pihak harus mengkonfirmasi perjanjian melalui struktur pengambilan keputusan mereka sendiri. Di sebuah negara mitra, biasanya juga berarti melibatkan pengambilan suara di parlemen dan/atau persetujuan dari presiden atau perdana menteri. Ketika kedua pihak menandatangani VPA, mereka secara resmi mengungkapkan niat mereka untuk menjadi bagian dalam perjanjian jika diratifikasi. Berdasarkan hukum internasional, paraf mewajibkan penandatanganan 'tidak menolak obyek dan tujuan perjanjian ini'.
  3. Ratifikasi, atau 'kesimpulan'. Kewajiban dalam VPA hanya mengikat pihak ketika masing-masing telah meratifikasi perjanjian dan, jika ditetapkan dalam VPA, jangka waktu untuk berlakunya telah diluluskan. Masing-masing pihak mengikuti prosedur standar untuk meratifikasi perjanjian internasional. Hal ini dapat melibatkan, misalnya, pengawasan parlemen. Di Uni Eropa, misalnya, ratifikasi termasuk langkah-langkah yang melibatkan negara-negara anggota Uni Eropa, parlemen dan Parlemen Eropa. Setelah langkah-langkah ini telah selesai, Dewan Uni Eropa mengadopsi keputusan untuk menyimpulkan ratifikasi VPA.

Pada saat ratifikasi, kedua pihak saling memberitahukan bahwa mereka telah menyimpulkan proses ratifikasi. Struktur dan kewajiban perjanjian formal kemudian berlaku. Di Uni Eropa, pemberitahuan ini diterbitkan dalam Jurnal Resmi Uni Eropa. Pada tahap ini, Komisi Eropa dan negara mitra membuat pengumuman resmi dan komite implementasi bersamadan VPA ini beroperasi.

Sementara ratifikasi berarti bahwa pelaksanaan VPA secara resmi dapat mulai, di sebagian besar proses VPA sampai saat ini, beberapa kegiatan pelaksanaan sudah dimulai sebelum proses ratifikasi berakhir. Di beberapa negara, para pihak membentuk komite interim implementasi bersama (JIC), atau pra-JIC, untuk menjaga momentum antara pemarafan dan ratifikasi.

Dalam istilah hukum, VPA diberlakukan setelah para pihak saling memberitahukan bahwa mereka telah menyelesaikan proses ratifikasi masing-masing. Namun demikian bukan berarti pemberlakuan lisensi FLEGT bisa dimulai. Dalam istilah praktis, banyak pekerjaan penerapan VPA menjelang lisensi FLEGT terjadi setelah perjanjian tersebut mulai berlaku.

Informasi lebih lanjut

Tautan eksternal

Falconer, J. 2013. Overview of VPA processes: opportunities and challenges for projects to advance FLEGT. Presentation to FLEGT Project coordination meeting. 9 October 2013, Brussels. [Download PowerPoint presentation]



 

Disclaimer. Isi dari Kupas VPA berasal dari pelajaran dan pengalaman yang diambil dan digambarkan oleh EU FLEGT Facility dan dengan demikian sepenuhnya menjadi tanggung jawab EU FLEGT Facility. Untuk komentar dan pertanyaan, mohon untuk menghubungi EU FLEGT Facility pada: info@euflegt.efi.int

© European Forest Institute 2016