Print Friendly and PDF


Stakeholders sektor swasta nasional

Stakeholders sektor swasta memiliki kepentingan finansial secara langsung sekaligus merupakan pemeran utama dalam pelaksanaan dalam Perjanjian Kemitraan Sukarela (VPA). Stakeholders sektor swasta meliputi:

  • Perusahaan kayu
  • Rumah Tangga dan pekerja sektor perkayuan skala kecil lainnya
  • Perusahaan kehutanan Kecil dan menengah
  • Pedagang
  • Perusahaan-perusahaan besar yang membawa, memproses atau mengekspor kayu

Keragaman stakeholder sektor swasta terletak pada ukuran, kekuatan dan posisi perusahaan dalam rantai usaha. Artinya komposisi kelompok ini cukup kompleks dengan kepentingan yang tidak selalu menarik ke arah yang sama. Dalam beberapa konteks, stakeholders sektor swasta dapat mendorong proses VPA, tetapi di lain sisi, mereka dapat juga menentangnya, terutama di awal proses. Oposisi didapat mungkin karena para stakeholders tidak mengerti VPA, atau karena mereka lebih mendapat keuntungan dari kegiatan informal. Ini artinya, peningkatan kontrol dan visibilitas dari hasil VPA akan merugikan mereka.

Stakeholders sektor swasta sulit untuk diyakinkan dan dijaga keterlibatannya, terutama selama proses negosiasi VPA yang panjang, karena partisipasi mereka dalam proses negosiasi yang panjang mempengaruhi biaya bisnis secara langsung.

Kepentingan sektor swasta

Sektor swasta adalah kelompok stakeholders yang besar dan beragam yang mencakup perusahaan-perusahaan besar dan kecil dengan beragam persaingan, kepentingan dan hubungan dengan pemerintah.

Kekhawatiran sektor swasta mencakup kompleksitas dan biaya penyesuaian sistem jaminan legalitas kayu. Sebagai contoh, sementara para eksportir menyambut masuknya kayu berlisensi FLEGT ke pasar Uni Eropa tanpa hambatan, perusahaan dan individu yang beroperasi jauh di rantai pasokan menghadapi kenyataan bahwa menyesuaikan produk dengan persyaratan VPA menyebabkan biaya transaksi yang lebih tinggi.

Banyak stakeholders sektor swasta tertarik dengan potensi VPA untuk memastikan bahwa semua perusahaan mematuhi hukum yang sama di lapangan. Hal ini akan menghilangkan persaingan tidak sehat dari perusahaan yang menjual kayu ilegal dengan harga lebih murah. Pada saat yang sama, para stakeholders sektor swasta yang lain mungkin menentang upaya untuk memperkuat penegakan hukum karena mereka mendapat keuntungan dari pembalakan liar.

Organisasi dan pengaruhnya

Sistem jaminan legalitas kayu tidak bisa efektif tanpa keterlibatan sektor swasta. Partisipasi sektor swasta dalam kelompok multipihak proses VPA sangat penting untuk kredibilitas dan kelayakan dari VPA. Partisipasi dalam proses VPA adalah kepentingan semua stakeholders sektor swasta yang bergerak dalam bisnis perdagangan kayu.

Namun demikian, sektor swasta juga menghadapi tantangan untuk berpartisipasi dalam proses VPA. Tantangannya meliputi jumlah waktu yang diperlukan untuk terlibat dalam proses tersebut. Produsen skala kecil khususnya mungkin berjuang untuk memiliki suara dalam proses VPA karena mereka tidak memiliki sumber daya, informasi dan pengaruh. Seringkali, asosiasi produsen skala kecil yang absen dan kurang terorganisasi dalam proses VPA. Akses informasi pun sangat bervariasi. Banyak stakeholders sektor swasta tidak menyadari pentingnya terlibat dalam proses VPA.

Selain itu, beberapa operator skala kecil, seperti industri penggergajian atau industri rumah tangga, tidak punya status hukum untuk beroperasi sehingga menyulitkan bagi mereka untuk terlibat dalam diskusi VPA. Jumlah mereka banyak, kurang terorganisir dan tersebar padahal kelompok ini sangat berkepentingan karena dampak dari proses ini besar pada sektor kehutanan, dan khususnya di pasar domestik.

Status hukum yang tidak pasti pada penebang skala kecil menyulitkan mereka untuk mengakses sumber daya secara legal, sehingga mengurangi pendapatan pajak pemerintah dan mengancam upaya perbaikan tata kelola. Lihat bagian 'Ghana, Penggergaji ilegal yang ingin menjadi legal`.

Sebaliknya, operator skala besar dapat memiliki pengaruh politik yang sangat kuat. Mereka dapat memblokir proses VPA jika dirasa bertentangan dengan kepentingan mereka, atau mendorong aspek dari VPA yang dianggap mendukung bisnis mereka.

Melibatkan partisipasi kelompok skala kecil

Dalam proses VPA pertama, representasi peserta sektor swasta skala kecil lemah. Di Ghana, misalnya, dua kursi sektor swasta di komite pengarah nasional diberikan pada perwakilan dari Ghana Timber Millers Organisasi, yang anggotanya adalah perusahaan penggilingan yang besar dan hi-tech. Asosiasi Kayu Ghana, yang anggotanya perusahaan kayu skala kecil dan menengah justru tidak memiliki perwakilan di komite.

Dalam proses VPA yang berlangsung saat ini, target dukungan diarahkan untuk mendorong keterlibatan kelompok sektor swasta kecil. Di Vietnam, misalnya, telah ada dorongan besar untuk melibatkan perusahaan kayu artisanal untuk datang ke pertemuan. Di Kamerun dan Indonesia, organisasi pendukung telah bekerja membantu peningkatan kesadaran kepada perusahaan skala kecil dan menengah untuk memahami persyaratan sistem jaminan legalitas kayu serta tuntutan pasar Uni Eropa mengenai kayu legal.

Representasi dalam proses VPA

  • Dalam proses VPA di Republik Afrika Tengah dan Republik Kongo, perusahaan-perusahaan internasional besar dan perusahaan nasional yang lebih kecil masing memiliki perwakilan. Perwakilan ini kemudian akan memberi informasi kembali ke konstituen mereka.
  • Di Kamerun, perwakilan dari tiga serikat dagang yang memainkan peran ini.
  • Dalam VPA negosiasi di Thailand, sektor swasta memiliki suara yang kuat dan telah menciptakan kertas posisi untuk menyampaikan pandangan mereka.

Pembuat furnitur Indonesia

Bagi banyak pengusaha furnitur sektor kecil di Indonesia, implikasi dari sistem jaminan legalitas kayu terlihat setelah negosiasi VPA berakhir dan implementasinya telah berjalan. Pengusaha kecil di sektor ini, oleh karena itu, melobi pemerintah untuk mengurangi ketatnya persyaratan dan meminta lebih banyak waktu untuk penyesuaian. Akibatnya, pada 2014, pemerintah merevisi sistem jaminan legalitas kayu dan memperkenalkan prosedur yang disebut Deklarasi Kesesuaian Pemasok (Suppliers Declaration of Comformity) untuk memudahkan petani yang beroperasi di tanah pribadi, pedagang yang berurusan dengan kayu yang dihasilkan oleh petani dan produsen skala kecil untuk mematuhi persyaratan.

 

Penggergaji kayu Ghana yang ilegal ingin menjadi legal

VPA merupakan tantangan untuk penebang skala kecil di Ghana. Di bawah undang-undang saat ini, penebang tersebut beroperasi secara ilegal. Peningkatan Penegakan hukum di bawah VPA secara tidak proporsional akan menghukum penebang skala kecil dan berpenghasilan rendah tersebut. Oleh karena itulah keterlibatan mereka dalam proses VPA menjadi penting untuk memastikan pelaksanaan reformasi yang nantinya akan melegalkan kegiatan mereka.

Di Ghana, 80% dari semua kayu dihasilkan oleh penggergaji kayu, semua itu dilakukan secara ilegal. 100.000 penebang gergaji menghidupi satu juta orang dan memberikan kontribusi penting untuk ekonomi lokal. Penebang mengatakan bahwa cara penebangan kayu yang mereka lakukan lebih efisien dan berkelanjutan dibanding dengan industri penggergajian legal.

The Domestik Trade Association Lumber adalah serikat yang mewakili 25.000 pedagang kayu dalam negeri, operator mesin atas meja, operator chainsaw dan angkutan. Serikat ini mendesak pemerintah untuk mengakhiri larangan penebangan gergaji dan mengeluarkan ijin resmi untuk mengontrol aktivitas sebaliknya. Namun demikian, Pemerintah ingin mendorong para penebang untuk berhenti menggunakan gergaji dan beralih ke penggilingan berteknologi rendah, seperti dengan penggergajian mobile secara legal.

Ghana VPA mengharuskan semua kayu menjadi legal, termasuk kayu yang diproduksi untuk pasar domestik. Tetapi dengan begitu banyak kayu dipotong dengan gergaji secara ilegal, ada risiko bahwa beberapa bisa memasuki rantai pasokan ekspor dan akan merusak VPA.

“Kami melihat VPA untuk mendapat pertolongan,” kata Patrick Agyei, Sekretaris dari Persatuan Regional bagian Timur. “Selama kami ini ilegal, status VPA akan goyah. Kami pernah ke Liberia, disana kegiatan penggergajian kayu dibolehkan demikian juga di Guyana, dimana hutan diberikan kepada masyarakat, ini yang kami inginkan”.

Sumber: Pearce, F. 2012. Forest Stands: How New EU Trade Laws Help Countries Protect Both Forests and Peoples. FERN, Brussels, Belgium. 24pp. [Download PDF]; Ghana News Agency. 2012. DOLTA calls on government to expedite action on VPA. 22 September 2012. [Read online]; GhanaWeb. 2014. Illegal chainsaw operators make $200m annually. 24 July 2014 [Read online]

 

Informasi lebih lanjut

Tautan eksternal

Capacity4Development. 2013. Civil Society Shares Their Experience of the VPA Process at FLEGT Week 2013. [Read online]

Jeffree, M. 2014. FLEGT forest power to the people. Timber Trades Journal Online October 2014: 48–49.

Pearce, F. 2012. Forest Stands: How New EU Trade Laws Help Countries Protect Both Forests and Peoples. FERN, Brussels, Belgium. 24pp. [Download PDF]



 

Disclaimer. Isi dari Kupas VPA berasal dari pelajaran dan pengalaman yang diambil dan digambarkan oleh EU FLEGT Facility dan dengan demikian sepenuhnya menjadi tanggung jawab EU FLEGT Facility. Untuk komentar dan pertanyaan, mohon untuk menghubungi EU FLEGT Facility pada: info@euflegt.efi.int

© European Forest Institute 2016