Print Friendly and PDF


Bagaimana VPA dapat memperkuat kapasitas

Mengapa kapasitas penting

Tata kelola hutan yang baik tergantung pada pengetahuan, keterampilan, sistem dan sumber daya pemerintah dan stakeholders lainnya harus:

  • Kontrol rantai pasokan
  • Verifikasi legalitas kayu
  • Memantau dan menghukum kejahatan hutan
  • Mengorganisir diri dan terlibat dengan proses pengambilan keputusan
  • Mematuhi persyaratan hukum dan beradaptasi dengan fungsi bisnis
  • Mengkoordinasikan kegiatan
  • Berkomunikasi secara efektif

Seringkali kesenjangan dalam kapasitas pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil berkontribusi pada kegagalan tata kelola. Proses Perjanjian Kemitraan Sukarela (VPA) dapat mengidentifikasi dan membantu mengisi kesenjangan tersebut. Pembangunan kapasitas dapat terjadi baik selama proses VPA dan sebagai hasil dari komitmen para pihak yang dimuat dalam naskah dan lampiran VPA.

Bagaimana proses VPA dapat memperkuat kapasitas

Partisipasi dalam proses VPA sendiri dapat membangun kapasitas. Stakeholder mendapatkan pengetahuan dengan cara menghasilkan dan berbagi informasi, misalnya. Pemerintah belajar keterampilan melalui percobaan dan kegagalan, misalnya dengan cara mengelola konsultasi.

Agar dapat berpartisipasi secara berarti, stakeholder seringkali harus memperkuat kapasitas mereka terlebih dahulu. Pemerintah, lembaga Uni Eropa, negara-negara anggota Uni Eropa, kelompok masyarakat sipil, organisasi non pemerintah dan internasional, asosiasi kayu dan perusahaan swasta semua dapat memainkan peranan dalam pembangunan kapasitas untuk berpartisipasi dalam proses VPA. Kegiatan untuk membangun kapasitas meliputi:

  • Dukungan untuk platform yang memungkinkan para stakeholders untuk mengorganisir diri, membahas isu-isu, dan mengembangkan posisi negosiasi
  • Pelatihan pada masalah teknis, seperti pelacakan kayu
  • Pelatihan masalah organisasi, penguatan advokasi seperti pengembangan makalah posisi, negosiasi dan penggalangan dana
  • Penelitian dan analisis naskah hukum
  • Dukungan untuk mengidentifikasi daerah-daerah di mana kepatuhan sektor swasta dapat menghadapi tantangan dan langkah-langkah untuk mengatasi tantangan tersebut
  • Membangun pemahaman mengenai kebutuhan pasar dan kebutuhan informasi pasar
  • Dukungan untuk pertukaran antara para stakeholders VPA di negara yang berbeda
  • Memberikan bantuan teknis kepada pemerintah dan lain-lain
  • Dukungan untuk memungkinkan stakeholder untuk berpartisipasi dalam pertemuan
  • Pendanaan untuk mempekerjakan koordinator koalisi LSM

Bersamaan dengan proses VPA dilakukan, kesenjangan kapasitas sering keliatan menjadi lebih jelas. Kesenjangan termasuk diantaranya kapasitas otoritas negara untuk memenuhi mandat mereka yang ada, misalnya untuk mengelola hutan dan menegakkan hukum. Mungkin juga ada kesenjangan dalam kapasitas pemerintah, sektor swasta dan kelompok masyarakat sipil untuk menerapkan VPA dan memantau dampaknya. Pengujian sistem jaminan legalitas kayu dilapangan mungkin, misalnya, dapat mengekspos kebutuhan untuk peningkatan kapasitas di sektor swasta.

Proses VPA efektif dalam menilai kapasitas di seluruh sektor kehutanan. Negara-negara mitra VPA biasanya tidak menilai kapasitas di sektor kehutanan sebelumnya meskipun kapasitas itu sangat penting untuk tata kelola hutan yang baik. Kapasitas yang diperlukan yang teridentifikasi dalam proses VPA dapat termasuk:

  • Pelatihan teknis dan organisasi untuk instansi pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat sipil
  • Teknologi, perangkat lunak dan peralatan
  • Staf tambahan atau keterampilan
  • Organisasi baru, seperti koperasi stakeholders sektor swasta skala kecil
  • Lembaga baru, seperti lembaga yang memverifikasi legalitas kayu atau mengeluarkan lisensi FLEGT

Dalam mengungkap kesenjangan kapasitas, proses VPA menekankan pada kompleksitas yang melekat pada sektor kehutanan, dan mengapa pengawasan itu menjadi tantangan. Proses VPA juga meningkatkan visibilitas kesenjangan kapasitas, yang memungkinkan politisi untuk fokus pada perbaikan kesenjangan tersebut. Negara-negara menanggapi kesenjangan kapasitas dengan cara yang berbeda.

Beberapa negara mitra VPA mengangkat peningkatan kapasitas dalam negosiasi dan menggariskan kebutuhan untuk peningkatan kapasitas dalam, the lampiran pada langkah-langkah yang menyertai, lampiran pada sistem jaminan legalitas kayu atau di tempat lain di VPA. Pernyataan mengenai kebutuhan dapat membantu penyisihan anggaran nasional atau mengamankan bantuan donor untuk mendukung program peningkatan kapasitas.

Negara-negara lain menyatakan bahwa mereka memahami kesenjangan kapasitas mereka dan akan mengangkatnya selama tahap implementasi VPA. Apakah ada atau tidak VPA menyebutkan peningkatan kapasitas, yang penting adalah bahwa proses tersebut akan menunjukkan adanya kesenjangan kapasitas, tindakan prioritas dan sumber daya yang dibutuhkan.

Informasi lebih lanjut




 

Disclaimer. Isi dari Kupas VPA berasal dari pelajaran dan pengalaman yang diambil dan digambarkan oleh EU FLEGT Facility dan dengan demikian sepenuhnya menjadi tanggung jawab EU FLEGT Facility. Untuk komentar dan pertanyaan, mohon untuk menghubungi EU FLEGT Facility pada: info@euflegt.efi.int

© European Forest Institute 2016