Print Friendly and PDF


Lampiran VPA dalam cakupan produk

Lampiran VPA dalam cakupan produk telah mengidentifikasikan berbagai jenis kayu dan produk kayu lainnya yang tercakup dalam VPA. Lampiran ini menunjukkan sektor swasta mana saja yang dapat terpengaruh oleh VPA serta tanggung jawab mereka di bawah VPA.

Semua VPA harus menyertakan kayu gelondongan, kayu gergajian, veneer, kayu lapis dan bantalan rel kereta api, dan juga mencakup produk tambahannya. Untuk saat ini, untuk memenuhi semua ekspor kayu mereka ke Uni Eropa, semua negara-negara mitra VPA telah menyertakan produk tambahan, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2.

VPA lampiran mengenai lingkup produk mengidentifikasi bahwa setiap produk dengan kode 'HS', sejalan dengan sistem World Customs Union untuk klasifikasi produk. Kode HS memungkinkan pihak pabean di Uni Eropa untuk mengidentifikasi kategori produk yang impor.

Tabel 2. Variasi dalam lampiran VPA mengenai cakupan produk

Negara

Produk yang tercakup diluar kayu gelondongan, venir, kayu lapis dan balok rel kereta

Kamerun

Furnitur, kayu bakar dan peralatan kayu

Republik Afrika Tengah

Furnitur, kayu bakar, peralatan kayu, pembungkus dari kayu

Ghana

Furnitur

Indonesia

Furnitur, kayu bakar, peralatan kayu, pembungkus kayu wooden tools, bubur kayu, kertas dan prduk kertas, dapur dan peralatan dapur

Liberia

Furnitur, kayu bakar, peralatan kayu, pembungkus dari kayu, potongan karet kayu peralatan dari kayu. Arang dapat dimasukkan ke dalam tingkatan selanjutnya.

Republik Kongo

Furnitur, kayu bakar, peralatn dari kayu, alat packing dari ayu dan arang

Beberapa VPA memiliki dua bagian lampiran pada lingkup produk. Bagian kedua berisi jenis kayu dan/atau produk yang tidak boleh diekspor. Dalam VPA Indonesia, misalnya, bagian A memuat daftar produk yang tercakup dalam skema lisensi FLEGT Indonesia. Bagian B memuat daftar empat kelas produk yang dilarang untuk diekspor menurut hukum Indonesia dan, oleh karena itu, tidak dapat diberikan lisensi FLEGT.

Sejauh ini, semua negara-negara mitra VPA telah memasukkan semua ekspor kayu ke dalam lingkup VPA, tidak hanya ekspor ke Eropa. Ruang lingkup semua VPA, kecuali VPA di Republik Afrika Tengah, memasukkan pasar domestik dan pasar ekspor. Republik Afrika Tengah telah berkomitmen untuk mengembangkan undang-undang yang sesuai untuk hutan masyarakat dan ijin artisanal untuk menangani produk pasar domestik sebelum memasukkan mereka ke dalam VPA.

Informasi lebih lanjut




 

Disclaimer. Isi dari Kupas VPA berasal dari pelajaran dan pengalaman yang diambil dan digambarkan oleh EU FLEGT Facility dan dengan demikian sepenuhnya menjadi tanggung jawab EU FLEGT Facility. Untuk komentar dan pertanyaan, mohon untuk menghubungi EU FLEGT Facility pada: info@euflegt.efi.int

© European Forest Institute 2016