Print Friendly and PDF


Tahapan-tahapan VPA

Proses Perjanjian Kemitraan Sukarela (VPA) adalah serangkaian tahapan yang masing-masing berakhir di titik keputusan. Poin Keputusan memicu pergeseran ke fase baru, yang dapat mengubah sifat hubungan dan dialog antara para stakeholders.

Namun dalam kenyataannya, proses VPA mengalir. Sifatnya bervariasi dari negara ke negara karena evolusi VPA. Tidak ada urutan daftar atau struktur tetap untuk proses ini. Tahapan yang tampaknya jelas kemungkinan sebenarnya tumpang tindih. Proses ini muncul dari diskusi-diskusi diantara para stakeholders di negara pengekspor kayu.

Meskipun demikian, untuk memperjelas pemahaman mengenai proses VPA, sebaiknya mempertimbangkan untuk melihat komponen tahapan-tahapan. Penjelasan yang diuraikan di sini menjelaskan apa yang telah terjadi di sebagian besar proses VPA sejauh ini, dan bukan merupakan petunjuk wajib yang harus diikuti mengenai bagaimana proses VPA dilanjutkan di masa depan.

Tahapan pra-perundingan. Pada tahap ini, negara pengekspor kayu, berkonsultasi dengan stakeholders nasional, mempertimbangkan kemungkinan masuk VPA. Stakeholders nasional dapat mulai mengatur dan mempersiapkan diri untuk perundingan. Baca lebih lanjut di bagian mengupas VPA pada tahap pra-perundingan.

Tahap perundingan. Perundingan di dalam dan di antara kelompok-kelompok stakeholders di negara pengekspor kayu, dan antara pemerintah nasional dan Uni Eropa, menentukan isi dari VPA dan menetapkannya dalam perjanjian yang mengikat secara hukum. Baca lebih lanjut di bagian mengupas VPA pada tahap perundingan.

Proses Ratifikasi

Proses ratifikasi yang meresmikan VPA dan proses ini mengikuti proses normal untuk perjanjian internasional di Uni Eropa dan negara-negara mitra. Proses untuk meratifikasi VPA dimulai ketika para pihak mengakhiri perundingan dengan memaraf VPA. Sampai saat ini, waktu yang dibutuhkan dalam proses ratifikasi berkisar antara beberapa bulan sampai lebih dari setahun. Dengan ratifikasi bukan berarti negara mitra VPA dapat menerbitkan lisensi FLEGT. Pertama, negara mitra harus memastikan bahwa semua aspek dari sistem jaminan legalitas kayu yang disepakati dalam VPA berfungsi. Untuk itu biasanya memerlukan pengembangan lebih lanjut dan/atau penyempurnaan dari sistem yang ada dalam tahap pelaksanaan proses VPA.


Tahap implementasi. Tahap pelaksanaan proses VPA sebenarnya belum dapat resmi dimulai sampai kedua belah pihak meratifikasi perjanjian tersebut. Namun pada kenyataannya, kegiatan pelaksanaan sering dimulai sebelum proses ratifikasi selesai. Pada fase ini, para pihak yang terikat dalam VPA tetap mengembangkan dan menjalankan apa yang telah mereka sepakati, termasuk reformasi tata kelola dan sistem jaminan legalitas kayu. Lisensi FLEGT hanya dapat dimulai setelah para pihak mengevaluasi sistem jaminan legalitas kayu VPA dan yakin bahwa sistem telah berfungsi seperti yang digambarkan. Setelah lisensi FLEGT dimulai, reformasi hukum dan pemerintahan dapat diteruskan. Para pihak memantau dampak ekonomi, sosial dan lingkungan dari VPA dan mempelajari ulasan dari auditor independen. VPA tidak memiliki titik akhir, melainkan sebuah proses yang terus berlanjut tanpa batas waktu kecuali salah satu pihak memutuskan untuk mengakhiri perjanjian tersebut. Baca lebih lanjut di bagian Kupas VPA pada tahap implementasi.

Informasi lebih lanjut

Tautan eksternal

Falconer, J. 2013. Overview of VPA processes: opportunities and challenges for projects to advance FLEGT. Presentation to FLEGT Project coordination meeting. 9 October 2013, Brussels. [Download PowerPoint presentation]




 

Disclaimer. Isi dari Kupas VPA berasal dari pelajaran dan pengalaman yang diambil dan digambarkan oleh EU FLEGT Facility dan dengan demikian sepenuhnya menjadi tanggung jawab EU FLEGT Facility. Untuk komentar dan pertanyaan, mohon untuk menghubungi EU FLEGT Facility pada: info@euflegt.efi.int

© European Forest Institute 2016